Tari Narasimha Sambirejo, Wujud Inovasi Seni Nusantara 2026 dari ISI Yogyakarta
SAMBIREJO, SLEMAN – Tari Narasimha Sambirejo menjadi salah satu pertunjukan seni yang memeriahkan kegiatan Camping Kalcer di Wisata Watu Payung, Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Pertunjukan ini tidak sekadar menjadi hiburan bagi peserta, tetapi juga menjadi wujud pengembangan dan pelestarian seni budaya melalui Program Inovasi Seni Nusantara 2026 Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Kehadiran Tari Narasimha Sambirejo menjadi bagian dari upaya menghadirkan seni tradisi dalam ruang wisata yang lebih dekat dengan masyarakat dan generasi muda. Melalui pertunjukan ini, kekayaan budaya lokal diperkenalkan kepada pengunjung sekaligus menjadi daya tarik yang memperkuat identitas budaya Kalurahan Sambirejo.
Program Inovasi Seni Nusantara 2026 menjadi ruang bagi pengembangan kreativitas seni yang berangkat dari potensi budaya Nusantara. Melalui dukungan program tersebut, seni tidak hanya dipertahankan sebagai warisan, tetapi juga dikembangkan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman dan dapat dinikmati oleh masyarakat luas.
Dalam kegiatan Camping Kalcer, Tari Narasimha Sambirejo hadir berdampingan dengan berbagai aktivitas wisata alam, budaya, dan wellness tourism. Perpaduan tersebut memberikan pengalaman berbeda bagi peserta, yakni menikmati suasana alam Watu Payung sekaligus mengenal ekspresi seni yang tumbuh dari kekayaan budaya lokal.
Kegiatan Camping Kalcer sendiri diikuti oleh 54 peserta yang berasal dari Mahasiswa Universitas Islam Mulia, Mahasiswa Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Mahasiswa STIE Pariwisata API Yogyakarta, mahasiswa dan dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Saka Pariwisata Sleman, serta komunitas RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia).
Selain Tari Narasimha Sambirejo, kegiatan ini juga menampilkan Jathilan Turonggo Mulyo Junior dan Group Ukulele Antrolomo Plus. Ragam pertunjukan tersebut menciptakan ruang perjumpaan antara seni, masyarakat, dan wisatawan dalam suasana kebersamaan.
Bagi Kalurahan Sambirejo, kehadiran Tari Narasimha dalam kegiatan wisata menjadi peluang untuk memperkenalkan potensi seni budaya kepada khalayak yang lebih luas. Seni dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan pariwisata berbasis potensi lokal, sekaligus membuka ruang kolaborasi antara seniman, perguruan tinggi, komunitas, dan pengelola destinasi wisata.
Melalui sinergi antara program Inovasi Seni Nusantara 2026 ISI Yogyakarta dan kegiatan wisata di Watu Payung, diharapkan Tari Narasimha Sambirejo semakin dikenal sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal yang patut dijaga dan dikembangkan.
Upaya ini menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya tidak hanya dilakukan dengan menjaga warisan masa lalu, tetapi juga dengan menghadirkannya dalam kehidupan masyarakat masa kini. Dengan demikian, seni budaya dapat terus hidup, berkembang, dan memberikan nilai tambah bagi pariwisata serta identitas Kalurahan Sambirejo.
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin