Menepi Sejenak, Menyatu dengan Alam: Camping Kalcer Hadirkan Pengalaman Berbeda di Watu Payung

13 Oktober 2026
SAMBIREJO
Dibaca 8 Kali
Menepi Sejenak, Menyatu dengan Alam: Camping Kalcer Hadirkan Pengalaman Berbeda di Watu Payung

SAMBIREJO, SLEMAN – Wisata Watu Payung, Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, menjadi tempat berlangsungnya kegiatan Camping Kalcer pada Sabtu–Minggu, 10–11 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 54 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, dosen, komunitas, hingga pegiat pariwisata.

Para peserta berasal dari Mahasiswa Universitas Islam Mulia, Mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Mahasiswa STIE Pariwisata API Yogyakarta, mahasiswa dan dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Saka Pariwisata Sleman, serta komunitas RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia).

Mengusung konsep wisata budaya dan wellness, Camping Kalcer menjadi ruang bagi peserta untuk sejenak beristirahat dari rutinitas, menikmati alam, mengenal budaya lokal, sekaligus membangun kebersamaan melalui pengalaman yang lebih dekat dengan masyarakat.

Salah satu kegiatan utama dalam acara ini adalah sesi Saras Swara, yaitu praktik mindfulness bersama Coach Felix Krisnugraha yang diiringi instrumen gamelan gender. Suasana alam Watu Payung yang asri berpadu dengan alunan gamelan menciptakan pengalaman relaksasi yang mengajak peserta untuk lebih tenang, hadir sepenuhnya pada saat ini, dan mengenali diri sendiri.

Tidak hanya berfokus pada relaksasi, peserta juga diajak menikmati berbagai aktivitas yang mengangkat potensi alam dan budaya Kalurahan Sambirejo. Rangkaian acara meliputi menikmati senja, mencicipi sajian khas kampung, pertunjukan seni budaya, malam kebersamaan, hingga refleksi diri di sekitar api unggun.

Pada malam hari, peserta disuguhi penampilan seni dari Jathilan Turonggo Mulyo Junior, Tari Narasimha Sambirejo, serta Group Ukulele Antrolomo Plus. Pertunjukan tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengenal kekayaan seni tradisional dan kreativitas masyarakat setempat.

 

Memasuki Minggu pagi, kegiatan dilanjutkan dengan menikmati matahari terbit, menjelajahi alam Watu Payung, mengisi energi melalui aktivitas pagi, serta mengenal lebih dekat kesenian Jathilan. Rangkaian kegiatan ditutup dengan aksi peduli lingkungan melalui kegiatan bersih-bersih dan menjaga kelestarian kawasan wisata.

Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya untuk memperkenalkan Watu Payung sebagai destinasi yang menawarkan pengalaman wisata lebih dari sekadar menikmati pemandangan. Perpaduan alam, budaya, kebersamaan, dan relaksasi menjadi daya tarik yang dapat dikembangkan untuk mendukung pariwisata berbasis potensi lokal.

Melalui Camping Kalcer, Kalurahan Sambirejo diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi yang mampu menghadirkan pengalaman wisata yang berkesan, sekaligus memberikan ruang bagi seni, budaya, komunitas, dan masyarakat untuk tumbuh bersama.

Ke depan, pengembangan wisata berbasis alam, budaya, dan wellness tourism diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkuat daya tarik pariwisata Sambirejo, sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan potensi daerahnya.

Menepi Sejenak, Menyatu dengan Alam: Camping Kalcer Hadirkan Pengalaman Berbeda di Watu Payung